BERKENALAN DENGAN KOTA LAMA SURABAYA, PETUALANGAN SINGKAT YANG BERKESAN

 

Surabaya – Di tengah geliat pembangunan dan modernisasi Kota Surabaya, ada satu kawasan yang seolah berhenti dalam putaran waktu Kota Lama Surabaya. Terletak di sekitar Jalan Rajawali, Jembatan Merah, hingga Krembangan, kawasan ini menghadirkan suasana klasik yang kontras namun harmonis dengan wajah metropolis Surabaya

Menurut Regan seorang mahasiswa “Kawasan ini menarik karena bangunan-bangunannya yang bergaya vintage yang membuat Kawasan ini sangat fotogenik”. Tuturnya(24/05/2025)

Sebuah kawasan yang membentangkan sejarah dalam bentuk bangunan kolonial, gang sempit berlantai batu, hingga aroma nostalgia yang menyelinap di antara kafe-kafe kecil bergaya vintage. Beberapa bangunan telah disulap menjadi kafe bergaya retro, galeri seni, hingga toko barang antik. Yang menarik, wajah klasik Kota Lama tak menghilang justru diberi nyawa baru, tanpa menghapus identitas aslinya.

Melangkah lebih jauh ke area sekitar Jembatan Merah, pengunjung akan menemukan perpaduan tak terduga antara “klasik” dan “kontemporer.” Toko furnitur kayu jati khas Jawa berjejer bersebelahan dengan kedai kopi kekinian yang menyajikan latte art. Suara riuh obrolan muda-mudi yang membicarakan start-up dan iklan digital berpadu dengan ketukan piano kecil dari pojok kafe yang memutarkan musik jazz tua.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMBU BOL, BUAH LOKAL WANGI YANG MULAI SULIT DITEMUI DI PASARAN

SEJARAH CANDI SUMUR YANG MENJADI SAKSI BISU HILANGNYA SEORANG TOKOH PADA JAMAN MAJAPAHIT

POTRET ACARA COMEDY NIGHT OLEH MAHASISWA FISIP UBHARA DAN MENGUNDANG PARA KOMIKA LOKAL SIDOARJO