BUDAYA MEMBUAT KETUPAT SAAT HARI RAYA LEBARAN

 


     

Ngawi – Budaya membuat Ketupat telah ada sejak jaman nenek moyang dulu, Ketupat merupakan filosofi dari pengakuan kesalahan, pembersihan hati, dan kebersamaan antar keluarga. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dan terus berevolusi seiring perubahan zaman.

Menurut Tejo salah seorang warga “istilah KETUPAT berasal dari “Ngaku Lepat” yang berarti pengakuan atas kesalahan.” Ngawi (04/04/2025)

Jejak pembuatan Ketupat di Nusantara telah ada sejak masa penyebaran Islam di tanah Jawa. Dipercaya, salah satu tokoh penting dalam penyebaran tersebut, Sunan Kalijaga, memanfaatkan Ketupat sebagai media dakwah yang menggabungkan nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam.

Di banyak daerah, pembuatan Ketupat menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Mulai dari menyiapkan janur hingga proses penganyaman yang dilakukan dengan telaten, kegiatan ini tidak hanya mempertahankan kearifan lokal tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMBU BOL, BUAH LOKAL WANGI YANG MULAI SULIT DITEMUI DI PASARAN

SEJARAH CANDI SUMUR YANG MENJADI SAKSI BISU HILANGNYA SEORANG TOKOH PADA JAMAN MAJAPAHIT

POTRET ACARA COMEDY NIGHT OLEH MAHASISWA FISIP UBHARA DAN MENGUNDANG PARA KOMIKA LOKAL SIDOARJO